Tentang Fintek

Memodernisasi keuangan mikro bagi masyarakat di sektor ekonomi informal dan piramida terbawah.

Cerita ini berawal karena banyaknya pengusaha mikro sulit mendapatkan modal usaha karena memiliki keterbatasan jaminan, pendapatan fluktuatif, dan tidak adanya sejarah kredit. Namun perusahaan fintek ini yakin dengan adanya teknologi yang tepat serta menghidupkan semangat komunitas, mereka dapat menjadi peminjam yang berkualitas. Di sisi lain, berinvestasi di usaha mikro dan kecil terbukti menciptakan dampak sosial.

Perusahaan Fintek ini percaya dengan terus memudahkan akses permodalan untuk usaha mikro dan kecil akan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat piramida bawah, membangun ketahanan ekonomi, dan mewujudkan keadilan sosial untuk seluruh rakyat Indonesia.

Memodernisasi Pinjaman Mikro Lewat Teknologi

Apa itu Peer to Peer Lending?

Peer to peer lending (P2P) adalah platform pinjam-meminjam uang secara online. Melalui platform online transparansi dan keterbukaan informasi dapat membuat akses terhadap permodalan menjadi lebih mudah dan terjangkau. Peminjam dengan keterbatasan akses bisa mendapatkan kemudahan proses dan rate yang terjangkau. Disisi lain, pendana dapat memperoleh alternatif investasi yang lebih menguntungkan dibanding instrumen investasi konvensional.

Amartha Mikro Fintek adalah pionir P2P lending untuk masyarakat unbanked. Amartha Mikro Fintek menghubungkan pengusaha mikro di pedesaan yang membutuhkan modal kerja sekitar Rp 3 jutaan dengan pendana perorangan yang tertarik mendapat keuntungan finansial serta memberikan dampak sosial. Amartha Mikro Fintek menjembatani mitra yang mengajukan pembiayaan untuk membuka warung sembako atau mengembangkan usaha produksi tahu skala rumahan. Jumlah pembiayaan yang mereka ajukan mungkin terlihat kecil, namun dengan pendekatan yang tepat, Amartha Mikro Fintek percaya nilai tersebut dapat menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.

Amartha Mikro Fintek percaya platform marketplace online seperti P2P memiliki kekuatan untuk menjembatani pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta mendorong pemerataan ekonomi di Indonesia.

Membantu Usaha Mikro di Indonesia Terus Tumbuh

Pengembalian yang Terjangkau

Angsuran dibayarkan secara mingguan dan terjangkau dengan memperhatikan profil dan kapasitas peminjam

Transparan

Plafon pinjaman mulai dari Rp 3 juta tanpa jaminan dengan jangka waktu 12 bulan. Semua informasi diberikan secara terbuka tanpa ada biaya tersembunyi dan denda apabila ada keterlambatan

Menjangkau Pelosok Pedesaan

Amartha menjangkau desa-desa terpencil melalui peran petugas lapangan yang dilengkapi perangkat selular dengan aplikasi pengelolaan data pinjaman terkini.

Pendampingan Kepada Mitra

Amartha akan memberikan pendampingan mingguan seputar pengelolaan dana bagi rumah tangga dan usaha peminjam. Mereka akan memastikan bahwa peminjam mampu membayar tepat waktu.

Amartha adalah salah satu perusahaan teknologi finansial peer-to-peer lending yang ada di Indonesia. Perusahaan tersebut menyediakan situs web yang menghubungkan investor menemukan peluang investasi pada pembiayaan usaha mikro dan kecil di Indonesia.

Sejarah

Amartha didirikan oleh Andi Taufan Garuda Putra pada bulan April 2010 sebagai Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan badan hukum Koperasi Amartha Indonesia, tujuannya adalah memberi akses keuangan bagi masyarakat pedesaan yang tidak terjangkau oleh bank agar dapat mengembangkan usahanya.

Pada 2009, Taufan memulai pilot project di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Ia memulai Amartha berbekal uang pribadinya sebesar 10 juta rupiah. Pembiayaan dari Amartha diberikan secara berkelompok dengan jumlah anggota 15 hingga 25 orang ibu rumah tangga.

Pada tahun 2015, Amartha secara resmi bertransformasi menjadi layanan P2P lending marketplace. Transformasi tersebut memungkinkan individu atau kelompok berinvestasi untuk UKM yang mencari pinjaman.

Pada awal pembiayaan, Amartha memberikan sebesar 500 ribu rupiah per orang. Jumlah tersebut akan meningkat setiap tahunnya jika anggota berhasil membayar angsuran tepat waktu, hadir setiap minggu, dan tidak pernah ditanggung renteng. Tanggung renteng adalah penalangan bersama untuk anggota yang gagal bayar angsuran.

Model bisnis

Mitra usaha Amartha adalah pemilik usaha mikro dan kecil di pelosok pedesaan. Dalam memberikan pembiayaan, Amartha tidak meminta agunan melainkan menekankan kepada pembentukan kelompok. Jumlah modal yang dapat diajukan ke Amartha, mulai dari 500 ribu.

Selain memanfaatkan pembiayaan kelompok, Amartha juga menerapkan sistem yang dikenal dengan tanggung renteng sehingga ketika seorang anggota dari mitra usaha gagal membayar dana pinjaman, anggota yang lain bisa ikut patungan.

Untuk mencari Mitra Borrower, Amartha melakukan seleksi dan edukasi yang terstruktur sebelum memberikan pemodalan.

Investor di Amartha melakukan pendaftaran yang sepenuhnya dilakukan secara online. Dimulai dengan melakukan registrasi dan melengkapi data pribadi, lalu melakukan transfer dana sebesar 3 juta rupiah. Investor bisa memilih sendiri usaha mikro yang ingin ia danai berdasarkan informasi yang disediakan pada situs Amartha, yakni jenis usaha, jumlah pinjaman, tenor, serta bagi hasil. Amartha juga aktif mengembangkan pada  proprietary technology platform ini akan membangun alat bantu analitis untuk memastikan peminjam atau investor memiliki informasi yang lengkap dalam membuat keputusan dan menilai portfolio.

Transformasi menjadi peer-to-peer lending

Amartha bertransformasi menjadi peer-to-peer lending pada tahun 2015, tujuan transformasi tersebut adalah untuk memberdayakan bisnis di sektor ekonomi informal, dengan memungkinkan masyarakat bisa berinvestasi langsung ke UKM. Transformasi tersebut membuat individu maupun kelompok dapat berinvestasi untuk usaha mikro dan UKM yang mencari pinjaman. Hingga kini, 80% pembuayaan digunakan untuk sektor produktif. Hingga tahun 2016, Amartha mengklaim telah menyalurkan investasi hingga 45 miliar rupiah kepada lebih dari 25.000 usaha mikro dan kecil di pedesaan.

Apakah Amartha diatur dan diawasi oleh Pemerintah?

Sebagai platform P2P Lending, Amartha telah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai Peraturan Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi (peer-to-peer lending).

%d blogger menyukai ini: